Sabtu, 15 Desember 2012

Memulai Fotografi Panorama


Panorama of rice terrace in Jatiluwih
STUDIO FOTO | FOTOGRAFER | MANOKWARI - Satu hal yang menarik dalam dunia fotografi adalah batasan untuk belajar teknik-teknik baru serta bagaimana menggunakan kreatifitas dalam pengambilan gambar untuk menuju tingkatan fotografi selanjutnya. Memotret panorama adalah satu dari sekian banyak jenis fotografi yang memerlukan teknik tersendiri. Fotografi panorama bisa dikatakan relatif menyenangkan, karena mereka menyampaikan satu skala atau ukuran serta detil yang tidak bisa dilakukan oleh format pemotretan standart. Jadi jika Sobat sedang mencari sebuah peluang untuk mempelajari sesuatu yang baru dalam dunia fotografi serta menambah koleksi portofolio, maka saat yang tepat untuk memotret panorama.

Teknik Dasar

Panorama secara umum diciptakan dengan memotret beberapa gambar/foto dan digabungan bersama-sama dengan menggunakan media digital untuk mendapatkan gambar/foto yang jauh lebih besar. Kunci foto panorama yang sempurna adalah dengan mendapatkan gambar dengan detil serta ketajaman yang bagus, dan memastikan bahwa setiap masing-masing foto bisa digabungkan menjadi satu tanpa terlihat adanya jejak penggabungan. Satu lagi yang memberi nilai tambah fotografi panorama hanya memerlukan sedikit perangkat fotografi, dan teknik pembuatan serta pemrosesan digital untuk membuat jenis fotografi ini bisa dikatakan relatif mudah. Berikut ini adalah beberapa petunjuk dasar bagaimana memulai fotografi panorama.

Nodal Point & Bracket Mahal

Lakukan riset terhadap fotografi panorama dan Sobat akan menemukan informasi tentang bracket serta tripod head. Perangkat ini memang didesain untuk memastikan kamera berotasi di sekitar bidang fokus dari sensor kamera, atau yang lebih dikenal dengan nodal point. Memutar kamera sedekat mungkin dengan nodal point merupakan hal yang bagus, mengingat akan membantu mengurangi distorsi serta meningkatkan keberhasilan proses penggabungan secara keseluruhan. Kami tidak menjamin bahwa bracket ini akan membuat perbedaan, mereka bisa dikatakan relatif mahal, kecuali Sobat benar-benar tertarik atau penyuka fotografi panorama, maka Sobat akan bisa mendapatkan hasil yang bagus dengan mempraktekkan teknik-teknik foto panorama.

Saat Memotret

Kunci untuk mendapatkan penggabungan yang baik adalah dari bagaimana foto itu diambil. Pastikan bahwa Sobat mendapatkan foto yang bagus, foto yang tajam akan menjadi awal yang bagus saat pengolahan digital. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan Aperture Priority, Pilihlah kombinasi exposure yang memberikan tingkat Depth of Field yang merata, tetapi shutter speed hendaknya cukup cepat guna memberikan hasil foto yang tajam (tanpa motion blur). Setelah Sobat menemukan pengaturan exposure yang PAS, kuncilah dengan menggunakan mode manual. Pengaturan fokus juga cukup penting, meskipun Sobat memotret menggunakan aperture kecil yang menghasilkan Depth of Field lebar akan membantu, tetapi akan lebih bagus jika kalian mengunci fokus sehingga tidak akan ada keragaman titik fokus. Pada intinya seluruh pengaturan kamera harus tetap sama di semua pengambilan seri foto tersebut.

Teknik Memotret

Faktor paling signifikan yang menentukan sukses tidaknya proses penggabungan, adalah bagaimana setiap komponen foto diambil, dan ada Dua parameter yang harus diperhatikan, Orientasi foto serta penumpukan. 
Orientasi gambar/foto dirasa penting, mengingat bisa memiliki dampak yang besar pada seberapa besar prespektif dari foto  foto ke foto, semakin kecil perbedaan prespektif maka semakin kecil pula koreksi distorsi yang diperlukan oleh perangkat lunak. Cara paling baik untuk mendapatkannya adalah dengan memotret dalam bentuk portrait, dimana dengan cara ini berarti mengakibatkan software bekerja lebih lama, dan meminimalisir perubahan prespektif di setiap foto.
Faktor penting dalam menghasilkan penggabungan yang baik lainnya adalah jumlah presentase penumpukan setiap foto berseri tersebut. Tantangannya disini adalah menumpuk gambar dengan jumlah besar, sebenarnya ini bisa malah menyulitkan daripada membantu, karena menumpuk dengan presentase besar bisa menyebabkan error pada perangkat lunak karena software mencoba untuk menautkan daerah yang lebih besar. Jumlah penumpukan yang ideal adalah sekitar 20-30%.
Memotret panorama hanya dengan menggunakan pegangan tangan bisa diterima asalkan Sobat bisa menjaga kamera tetap stabil dan menggunakan shutter speed yang cukup cepat. Tripod tetap menjadi cara terbaik untuk menghasilkan foto yang tajam serta bebas dari blur.

Penggabungan & Pemrosesan Digital

Selama Sobat memiliki serial foto yang bagus, maka perangkat lunak akan melaksanakan tugasnya dengan mudah dan sederhana. Sobat bisa menggunakan perangkata lunak editing Photoshop, memang ada beberapa perangkat lunak alternatif lainnya, tetapi pada dasarnya akan memberikan hasil yang sama. Berikut ini adalah workflownya:

  1. Buka Photoshop
  2. Select File > Automate > Photomerge
  3. Klik 'Browse' dan pilih gambar yang akan digabungkan
  4. Pastikan pilihan 'Blend Images' tercentang
  5. Klik 'OK' untuk memulai proses penggabungan
Pada kebanyakan situasi akan memungkinkan untuk mendapatkan gambar panorama tanpa adanya kesalahan sama sekali, tetapi akan ada potensi error atau hasil yang tidak diharapkan. Pendekatan yang bisa dilakukan pada situasi seperti ini adalah bereksperimen dengan mencoba beragam mode prespektif dan merubah opsi 'Geometric Distortion' ke on dan off. Pada beberapa kasus bisa jadi Satu atau Dua gambar bermasalah saat penggabungan gambar.
Setelah foto panorama sudah dibuat, Sobat tinggal melakukan cropping untuk menghilangkan kurva atau lengkungan yang ada di tepian gambar, kemudian Sobat bisa melakukan pengolahan digital lagi untuk mendapatkan hasil yang kalian inginkan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Memotret Fotografi Panorama.

Sebenarnya banyak hal yang harus digaris bawahi atau diingat pada saat memotret fotografi panorama, tetapi berikut ini adalah dasar-dasar konsep sederhananya:

  • Lakukan metering serta fokus, kemudian kunci semua pengaturan kamera supaya tidak berubah saat memotret dari foto ke foto.
  • Usahakan untuk menghasilkan foto yang tajam dengan menggunakan shutter speed cukup cepat, serta gunakan tripod jika memungkinkan.
  • Memotret dengan orientasi portrait untuk meminimalkan distorsi
  • Lakukan penumpukan/penindihan tiap foto sekitar 20-30% 
Sumber : www.infotografi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Studio Foto Manokwari support Fotografer Manokwari - Original design by Awal Saputra | Copyright of T-art Papua.