Selasa, 04 Desember 2012

Shutter Speed dan Aperture

shutter speed, aperture dan cahaya pada kameraSTUDIO FOTO MANOKWARI | - Saat ini fotografi telah dibanjiri dengan begitu banyak otomatisasi, sehingga kata-kata seperti shutter speed, aperture dan sejenisnya telah hampir punah. Banyak peralatan fotografi di pasaran yang dapat digunakan tanpa perlu keahlian khusus. Bagi mereka yang ingin memahami fotografi dengan baik, penting untuk mengetahui bagaimana bagian-bagian utama dari sebuah kamera SLR berdasarkan pada kerja kamera.
Fotografer profesional tidak akan membiarkan kamera menentukan exposure foto, tetapi sebaliknya, mereka akan menyesuaikan kecepatan shutter, aperture dan pencahayaan yang sesuai untuk menentukan exposure akhir. Tanpa membuat penyesuaian ini, kamera biasanya hanya menggunakan pengaturan default yang menghasilkan warna menengah.
Shutter speed
Shutter adalah semacam penutup yang diposisikan dalam body kamera dan membuka, memungkinkan cahaya untuk mencapai baik film (kamera analog) atau sensor cahaya (kamera digital) dari lensa. shutter speed adalah jumlah waktu yang diperlukan shutter untuk membuka dan menutup.
Biasanya Waktunya diukur dalam sepersekian detik, maka angka yang mungkin muncul adalah 1/500 atau 500 untuk mewakili 500 per detik. Shutter speed memiliki efek besar pada ketajaman gambar dan biasanya semakin tinggi shutter speed, maka  gambarnya akan semakin tajam.
Untuk mendapatkan hasil gambar yang baik, jumlah cahaya yang tepat untuk mencapai sensor atau film, dan inilah sebabnya shutter speed hanya akan memungkinkan jumlah cahaya yang tepat untuk menangkap objek yang bergerak dengan jelas.
Shutter speed juga dapat digunakan untuk membuat dan memberi efek pada hasil gambar, misalnya jika Anda ingin menegaskan gerak pada objek yang sedang bergerak, Anda dapat mengatur shutter speed-nya lebih rendah, yang akan membuat semacam efek blur yang menandakan sebuah gerakan.
Aperture atau Bukaan
Bukaan / aperture dan cahaya dua-duanya terkait, dan mereka dapat disesuikan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Aperture mengacu pada bukaan diafragma dalam lensa dan menentukan seberapa banyak cahaya yang akan dikirim melalui shutter ketika tembakan diambil.
Diafragma membuka secara melingkar dan ukuran bukaan ini  mengacu pada pengukuran bukaan saat pengambilan gambar. Hal ini sangat menentukan hasil dari sebuah gambar dengan menentukan depth of field dan kualitas eksposur akhir. Diafragma bekerja seperti pupil mata manusia yang mengatur jumlah awal cahaya yang masuk ke bola mata, baik itu meningkatkan atau menurunkan diameter. Hal ini pada akhirnya mempengaruhi kualitas gambar.
Kunci untuk sebuah foto yang baik adalah seberapa banyak cahaya yang melewati kamera dan setelah Anda belajar bagaimana menyesuaikan shutter speed, aperture dan flash, Anda pasti akan bisa untuk mengambil foto yang hebat.

shutter speed photograpy
Foto yang diambil dengan shutter speed rendah | sumber : national geographic
shutter speed photograpy
Foto yang diambil dengan shutter speed tinggi | sumber : national geographic.

Sumber : http://teknikfotografi.org
Kepuasan Anda Adalah Kebanggan Buat Kami
(PRE WEDDING MANOKWARI - PAPUA BARAT)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Studio Foto Manokwari support Fotografer Manokwari - Original design by Awal Saputra | Copyright of T-art Papua.